This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 Maret 2012

Indonesia Tuan Rumah Pertemuan ASEAN Plus


Utusan sejumlah negara ASEAN plus India telah menyatakan akan hadir pada pertemuan kerja sama kelompok kerja di bidang pertanian, yang akan dilaksanakan di Palembang, 6-8 Maret 2012.

Kepala Bidang Regional Pusat Kajian Kerja Sama Luar Negeri Kementerian Pertanian, Andy Jaya Darmawan menyampaikan itu usai rapat persiapan dalam rangka pertemuan ASEAN-India "Working Group on Agricultural Cooperation" di Palembang, Rabu (22/2/2012).

Menurut dia, utusan seluruh negara ASEAN dengan India sudah menyatakan akan hadir, tetapi jumlahnya belum diketahui secara pasti.

Pertemuan di Palembang nanti merupakan kegiatan serupa kedua, setelah tahun lalu dilaksanakan di India, katanya.

Ia mengatakan, persiapan pelaksanaan pertemuan ASEAN-India "Working Group on Agricultural Cooperation" itu hingga kini sudah mencapai 80 persen.

Pertemuan itu baru penjajakan saja belum banyak yang digali, tetapi ada masukan dari utusan India menawarkan beberapa pelatihan untuk dilaksanakan di negara-negara ASEAN terkait dengan pertanian, ujar dia.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Sumsel bidang Hukum dan Politik, H Nasrun Umar menyatakan, Pemprov hanya membantu panitia pusat untuk penyelenggaraan pertemuan tersebut.

Panitia daerah sudah siap dan kegiatan itu rencananya dibuka oleh Gubernur Sumsel H Alex Noerdin, katanya.

Ia menjelaskan, pertemuan itu merupakan kerjasama ASEAN-India di bidang pertanian, dan semua negara ASEAN akan datang yang jumlah pesertanya sekitar 70 orang.

Selain mengikuti sidang-sidang, para peserta pertemuan itu nantinya juga ada kunjungan ke lapangan seperti ke PT Pusri terkait dengan pupuk dan ke Sekolah Pertanian di Sembawa, kata dia.

Proyeksi yang ingin diraih dengan adanya kegiatan itu, nantinya akan ada rekomendasi bagaimana meningkatkan hasil pertanian di Sumsel, papar Nasrun Umar.

Selain itu, peserta juga direncanakan melakukan wisata budaya dengan naik kapal pesiar menyelusuri Sungai Musi. (IRIB Indonesia/buletininfo)

Indonesia dan Lonjakan Harga Minyak


Pergerakan harga minyak dunia sudah tidak terkendali. Ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat memantik kenaikan harga emas hitam itu di pasar internasional.Harga minyak mentah brent di London, kemarin, mencapai US$122,9 per barel. Itu artinya harga minyak dunia bergerak semakin menjauhi asumsi makro APBN 2012, yakni US$90 per barel.

Harga minyak dunia yang selangit itu sudah tentu membebani APBN. Tidak ada cara lain, pemerintah mesti mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) agar anggaran negara tetap sehat. Untuk itu, pemerintah tidak boleh mengutamakan popularitas dan pencitraan ketimbang mengikuti logika ekonomi.

Sejauh ini, pemerintah hanya mengejar tenggat pembatasan subsidi BBM mulai 1 April sesuai dengan perintah Undang-Undang APBN 2012. Sudah ada tiga opsi yang disiapkan pemerintah, yakni menaikkan harga BBM bersubsidi, mengalihkan penggunaan BBM ke BBG, dan mengharuskan mobil pribadi memakai BBM nonsubsidi, seperti pertamax.

Pilihan paling cerdas dari tiga opsi itu ialah menaikkan harga BBM bersubsidi. Hanya, keputusan menaikkan harga BBM bersubsidi terbentur oleh Pasal 7 UU APBN 2012 yang menolak adanya penaikan harga BBM.

Dalam pasal itu disebutkan bahwa pengendalian anggaran subsidi BBM 2012 akan dilakukan melalui pengalokasian yang lebih tepat sasaran dan kebijakan pengendalian konsumsinya. Dalam penjelasannya disebutkan bahwa yang dimaksud dengan pengendalian konsumsi ialah hanya melalui pembatasan konsumsi premium untuk kendaraan roda empat milik pribadi di Jawa-Bali sejak 1 April 2012.

Itulah pasal bunuh diri yang menghalangi pemerintah untuk menaikkan harga BBM bersubsidi. Pasal itu sesungguhnya tidak sejalan dengan Pasal 27 ayat (3) Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003, yang memungkinkan penyesuaian APBN apabila terjadi perkembangan ekonomi makro yang tidak sesuai dengan asumsi yang digunakan dalam APBN.

Tidak ada pilihan lain, Presiden dan DPR mesti merevisi Pasal 7 UU APBN 2012. Menunggu revisi melalui APBN perubahan terlalu lama, sekitar pertengahan tahun ini. Hanya ada satu jalan pintas, yaitu Presiden mengeluarkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) pada saat menaikkan harga BBM bersubsidi.

Jalan pintas itu butuh keberanian politik. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada Rabu (22/2) mengatakan harga BBM bersubsidi harus naik agar Indonesia dapat bertahan dari dampak krisis dunia. Pernyataan yang tegas, tetapi tegas di tataran wacana saja.

Padahal, terus-menerus memproduksi wacana akan mencekik leher sendiri karena harga minyak dunia terus bergerak menjauhi patokan APBN 2012. Sebagai rujukan, Tim Pengawasan Kebijakan Pembatasan BBM Bersubsidi yang dipimpin Anggito Abimanyu sudah lama merekomendasikan penaikan harga BBM bersubsidi hingga Rp500 per liter. Pemerintah tidak perlu malu-malu, tinggal menjalankan rekomendasi itu.

Sepertinya Indonesia mulai melirik Iran di sektor energi. Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan pentingnya memperkuat kerja sama dengan pemerintah Iran dan sektor swasta dalam berbagai bidang energi dan sumber daya mineral. Dalam pertemuan dengan Duta Besar Iran untuk Jakarta Mahmoud Farazandeh, Menteri ESDM mengatakan, Tehran memainkan peran utama di kawasan.

Pada kesempatan itu, Jero Wacik menyinggung pertumbuhan volume perdagangan antara kedua negara selama beberapa tahun terakhir dan potensi besar Indonesia-Iran. Dia menyerukan perluasan kerja sama, khususnya di sektor energi. Di pihak lain, Farazandeh mengatakan, Republik Islam telah membuat kemajuan cukup besar di sektor energi dan teknologi nuklir. Dia juga mengungkapkan kesediaan Iran untuk mentransfer keahlian ilmiah kepada negara-negara lain. Ia menambahkan, "Iran siap untuk berbagi prestasi nuklirnya dengan negara-negara anggota Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) seperti Indonesia berdasarkan aturan Badan Energi Atom Internasional (IAEA)."

Dubes Iran juga menyerukan peningkatan kerjasama dengan Indonesia di bidang minyak, gas dan petrokimia. Meskipun menghadapi tekanan dan sanksi dari Amerika Serikat dan sekutu utamanya di Barat, Iran berhasil mengukir prestasi besar dalam program nuklir damai. Banyak pejabat Indonesia sejauh ini menyatakan bahwa masalah nuklir Iran harus diselesaikan melalui diplomasi, negosiasi dan cara-cara damai.

Pada September 2011, Sekjen Kamar Dagang, Industri dan Pertambangan Iran (ICCIM) Hamid Mosaddeqi mengatakan bahwa perdagangan antara Iran dan Indonesia mencapai 1.290 miliar dolar tahun lalu, termasuk 590 juta dolar nilai ekspor dan 639 juta dolar nilai impor. Dengan jumlah populasi terbesar keempat di dunia, Indonesia termasuk raksasa ekonomi di Asia Tenggara. Pertumbuhan ekonomi Indonesia telah menciptakan peluang peningkatan perdagangan dan kerja sama antara Tehran dan Jakarta. (IRIB Indonesia/Micom)

Ragam Manfaat Tidur

Tidur Lelap Ampuh Singkirkan Stres

Sebuah penelitian dari UC Berkeley telah menemukan bukti klinis bahwa ada hubungan antara tidur dan fungsi otak afektif. Perlu diketahui, rutinitas sehari-hari bisa mendatangkan stres yang membuat tingkat emosi kian meninggi.

Penelitian yang ditampilkan dalam jurnal Current Biology, menemukan fakta bahwa rapid-eye movement (REM), sebuah gerakan mata selama rentang waktu tidur di mana indikator-indikator stres membuat pengalaman emosional lebih mudah dikelola.

Menurut salah satu peneliti, Els van der Helm, yang juga dikutip dalam ninemsn.com, selama tidur REM sedang diaktifkan kembali, dan dimasukkan ke dalam perspektif dan terintegrasi ke otak.

Dalam penelitian tersebut juga menambahkan bahwa orang sehat pada umumnya menghabiskan 20 persen dari jam tidur mereka di Rapid-eye movement, dimana masalah yang berkaitan dengan tingkat emosional yang tinggi akan diproses dan mengurangi emosional subyektif di keesokan harinya.

Mimpi merupakan komposisi neurokimia yang unik. Dimana dalam mimpi tersebut sebenarnya menjelma sebagai terapi untuk menenangkan dan menghilangkan sisi emosional yang buruk. Untuk itu, usahakan tidur malam dalam porsi yang cukup, sehingga badan tetap bugar, dan tingkat emosional semakin menyingkir!

Tidur Nyenyak, Tubuh Sehat

Tidur merupakan kebutuhan primer seperti halnya sandang, pangan, dan papan. Jangan sepelekan masalah gangguan tidur. Kurang tidur terbukti bisa menurunkan daya tahan tubuh bahkan berakibat pada kematian.

Mengutip American Insomnia Association, helpguide.org menyebutkan bahwa tidur yang tidak sempurna alias tidak berkualitas bisa mengakibatkan orang cepat merasa lelah di siang hari. Selain itu, mood bisa berubah-ubah tanpa sebab jelas. Juga mengalami kesulitan fokus pada sebuah pekerjaan.

Sedangkan pada situs howstuffworks.com memperkuat pernyataan itu. Disebutkan, setelah tiga hari tidak tidur, manusia akan mengalami halusinasi dan tidak bisa berpikir. Pada akhirnya akan mengalami disorientasi kenyataan.

Uji coba pada tikus yang dipaksa tidak tidur, akhirnya berujung pada kematian. Itu membuktikan bahwa tanpa tidur, makhluk hidup bisa mati. Membuktikan pula bahwa tidur tidak kalah penting dengan kebutuhan yang dianggap primer seperti sandang, papan, dan pangan.

Tidur yang baik adalah tidur yang nyenyak tanpa gangguan tidur. Spesialis kejiwaan dari Sanatorium Dharmawangsa Ashwin Kandouw mengatakan, gangguan tidur merupakan kondisi yang sangat subjektif. Pada saat seseorang merasa terganggu dengan kondisi itu, baru bisa dikatakan sebagai gangguan. Cirinya antara lain tetap merasa lesu, meski sudah tidur lebih dari delapan jam.

Sulit tidur atau sering disebut insomnia, menurut Ashwin hanyalah satu dari sekian banyak gangguan tidur. Gangguan lain ialah hipersomnia, yakni tidur berlebihan, termasuk di siang hari. Kedua masalah itu termasuk kategori gangguan tidur primer dyssomnia.

Kualitas tidur seseorang tidak ditentukan lamanya waktu. Delapan jam memang disebut-sebut sebagai periode tidur yang paling tepat dan berkualitas. "Tapi itu persepsi, bukan penentu kualitas tidur," kata Ashwin.

Tidur Siang Tingkatkan Daya Ingat

Menurut situs webMD, jika Anda tidur siang, Anda bisa bangun dengan ingatan yang lebih tajam. Itulah yang terjadi di sebuah penelitian terbaru mengenai tidur siang yang melibatkan 33 siswa.

Pertama-tama, para siswa melakukan tiga tes mengenai ingatan jangka pendek mereka. Pada tes yang satu, mereka harus mempelajari dan mengingat pasangan kata-kata yang tidak berhubungan, seperti 'aligator' dan 'cigar'. Pada tes yang lain, mereka harus menyusuri dan mengingat sebuah tempat yang berliku-liku yang ditampilkan di layar komputer. Dan pada tes terakhir, para siswa harus menyalin gambar yang rumit ke selembar kertas, dan kemudian menggambar dari ingatan.

Kemudian, setengah dari para siswa tidur siang selama 45 menit, sementara para siswa yang lainnya menonton tv. Akhirnya, semua siswa mengulangi tiga tes daya ingat tersebut. Tidur siang meningkatkan nilai pada tes pasangan kata, tetapi tidak pada dua tes lainnya.

Penelitian yang  dilakukan oleh Matthew Tucker, PhD, dan William Fishbein, PhD, yang bekerja di psychology department of the City College of the City University of New York ini menunjukkan nilai bahwa pada semua tes, orang dengan nilai tertinggi pada tes sebelum tidur merupakan orang yang memiliki nilai tertinggi pada tes setelah tidur. Oleh sebab itu, jika mereka tidak benar-benar menyerap  informasi sebelum tidur, maka tidur siang tidak akan secara ajaib membuat informasi itu terserap.

Kurang Tidur Sebabkan Gangguan Jiwa

Jika Anda termasuk orang yang sering mengalami sulit tidur (insomnia), ada baiknya sedikit waspada. Menurut para periset dari Harvard Medical School dan University of California di Berkeley, Amerika Serikat, orang yang kurang tidur karena mengalami sulit tidur cenderung berisiko lebih besar mengalami psike, alias gangguan jiwa.

Menurut penelitian tersebut, kurang tidur akan mengakibatkan berkurangnya beberapa fungsi tubuh. Termasuk pengaturan sistem kekebalan tubuh dan sistem metabolisme. Kurang tidur juga mengakibatkan berkurangnya daya belajar dan daya ingat. Pemindaian otak yang dilakukan dalam penelitian juga menunjukkan bahwa otak yang mengalami kurang tidur akan menjadi sangat lelah dan emosi menjadi abnormal.

Paraperiset meneliti 35 orang partisipan yang tidak tidur selama 35 jam. Dengan menggunakan alat Functional Magnetic Resonance Imaging (FMRI), periset mengamati aliran peredaran darah di otak. Dari alat itu pula, periset bisa melihat bagian otak mana yang mengalami peningkatan aktivitas.

Setelah sekian lama tidak tidur, para partisipan diminta melihat gambar-gambar yang merangsang respons emosional mereka. Tanggapan mereka bisa sedih, marah, atau senang. Ternyata, bagian otak amygdala menunjukkan peningkatan 60% jika dibandingkan dengan orang tidur normal. Amygdala merupakan bagian otak yang terkait dengan reaksi emosional manusia. Itu berarti, kondisi kurang tidur yang dialami bisa mengakibatkan keluarnya respons-respons yang berlebihan.

Menurut periset Matthew Walker, seperti diungkap medicalnewstoday.com, tanpa tidur, otak beraktivitas tidak normal, tidak mampu mengolah pengalaman emosional yang masuk ke otak untuk diproses menjadi respons yang tepat dan terkendali. Beberapa studi sebelumnya memang telah mengindikasikan pasien gangguan psike umumnya juga menderita gangguan tidur. (IRIB Indonesia/RM/Mediaindonesia)

Melatih Memori Agar Lebih Cerdas


Banyak orang mengeluh lupa nama kawan, tidak mampu mengingat di mana menaruh kunci atau dompet, bahkan ketika tiba di sebuah toko tidak ingat mau membeli apa. Kalau sudah begini, biasanya kita jadi kesal, uring-uringan.

‘Lupa ingatan' seperti ini biasanya terkait dengan memori biasa. Kebanyakan orang beranggapan bahwa memori biasa bertanggung jawab atas tingkat intelegensinya. Bila mereka menemui masalah dalam berpikir, mereka menyalahkan memori biasa dan tidak mencoba melihatnya lebih jauh.

Sebenarnya, menurut Barry Gordon, kemampuan mengingat fakta-fakta tidak terlalu berkaitan dengan kecerdasan. Orang-orang yang mampu mengingat banyak fakta tidak selalu lebih cerdas. Ada orang yang mudah mengingat fakta-fakta, tapi tidak cukup cerdas untuk menarik hal penting dari fakta-fakta itu. Sementara, ada orang yang memori-biasanya lemah, seperti pengidap amnesia, ternyata mampu mempertahankan inteligensinya. Mengapa begitu? Sebab pengidap amnesia masih memiliki apa yang disebut memori inteligen.

Apa yang dimaksud memori inteligen ialah memori yang "merekatkan" pemikiran kita—dan potongan memori-memori biasa—menjadi satu. Memori inteligen berkaitan dengan apa yang disebut pemikiran kritis atau kreatif. Orang-orang yang cerdas memiliki memori inteligen yang lebih terasah.

Buku karya Barry Gordon dan Lisa Berger (Esensi, 2011) yang berjudul Memori Inteligen ini menguraikan dengan jernih banyak aspek dari memori ini. Menurut Gordon, setidaknya ada tiga unsur penting dalam memori inteligen. Pertama, potongan-potongan memori. Ragamnya bisa berupa pengalaman, informasi, dan pengetahuan. Kedua, koneksi-koneksi di antara potongan-potongan memori tersebut. Ketiga, proses mental yang menggabungkan potongan dan koneksi itu sehingga melahirkan pemikiran yang lebih canggih.

Yang menarik, Barry menyebutkan bahwa memori inteligen dapat bertambah kuat seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman. Ini berbeda dengan memori biasa yang justru menurun bila kita semakin tua. Nah, kita sering mengabaikan kemajuan memori inteligen. Begitu pula, banyak orang tidak memahami bahwa memori inteligen inilah yang berpengaruh atas tingkat kecerdasan kita.

Paragenius, seperti diungkapkan dalam buku Ketika Mozart Kecil Memainkan Jemarinya (Gramedia, 2011), memiliki keunggulan dalam mengenali pola-pola suatu persoalan. Apa yang tampak rumit di mata banyak orang akan terlihat lebih mudah di hadapan para genius. Mereka paham betul bagaimana memanfaatkan kekuatan memori inteligen yang bekerjanya memang lebih tersembunyi. Ini terkait dengan kemampuan memori inteligen mereka.

Mengapa memahami memori inteligen penting? Sebab, dalam kehidupan sehari-hari, memori inilah yang membantu kita menulis laporan yang rapi, memutuskan investasi mana yang akan diambil, merundingkan harga dengan pemasok, dan banyak lagi. Memori ini membantu kita mengatasi masalah, memberi kita pemahaman, dan membuat kita berpikir kreatif.

Bagaimana melepaskan energi mental ini?

Tidak seperti dugaan kebanyakan orang, pemikiran cerdas bukan suatu cetusan energi mental yang tak dapat dijelaskan dan dikendalikan. Pemikiran cerdas juga bukan hanya milik orang-orang yang dianggap genius. Dalam buku ini, Gordon membukakan jalan tentang apa yang seharusnya kita lakukan apabila ingin memperkuat memori inteligen kita.

Sebelum belajar, Gordon mengajak kita untuk menguji kemampuan memori inteligen kita dengan menyodorkan sejumlah latihan. Salah satu pernyataan uji yang diajukan berbunyi: "Ketika para politisi berusaha untuk tetap berdiri di tengah jalan, mereka akan ditabrak dari kedua sisi." Bagaimana respon Anda? Apakah Anda mengerti maksud pernyataan itu dengan seketika, atau butuh beberapa detik untuk memahaminya, atau bengong, ‘Apa ya?' Pernyataan ini sebuah aforisme yang mengkoneksikan antara sikap politik dan lalu lintas.

Tentu saja tidak ada jalan pintas untuk menguatkan memori inteligen. Gordon mengajak kita untuk melewati tahap demi tahap dalam mengasah kemampuan memori ini. Ia juga menunjukkan jalan untuk mencegah kesalahan mental dalam berpikir. Gordon telah menyingkapkan rahasia yang berguna untuk memperkuat kerja kreatif kita.

Mencari Negeri yang Damai

Lembaran almanak 2011 segera berakhir dan bersalin dengan 2012. Banyak yang sudah dicapai dalam rentang 365 hari silam, tetapi tidak sedikit yang membuat kita menghela nafas panjang, pesimistis bahkan waswas.

Salah satu yang merisaukan kita selama tahun ini ialah kekerasan yang seakan menaburi segenap penjuru Tanah Air. Seolah tidak ada lagi tempat damai di negeri ini.

Adapenembakan misterius di Papua serta pembantaian keji di Mesuji, Lampung dan Sumatra Selatan. Ada pembakaran kantor dinas dan rumah pribadi gubernur serta perusakan rumah-rumah ibadah.

Di Gedung DPR tempat para wakil rakyat terhormat, kekerasan juga terjadi. Kesantunan berpolitik kian pupus. Yang muncul ialah perang kata-kata vulgar, menjurus ke caci maki yang menjijikkan. Kekerasan juga dipertontonkan secara arogan oleh pejabat pemerintah. Mereka yang seharusnya menjadi contoh menjunjung hukum secara angkuh mengangkangi putusan pengadilan.

Rakyat yang terimpit secara ekonomi menyaksikan kekerasan demi kekerasan berlomba muncul tanpa negara berdaya meredam itu. Para elite pemerintahan hanya sibuk membangun citra dan rajin mematut diri.

Kekerasan yang muncul di mana-mana ditiru secara sempurna oleh pelajar dan mahasiswa. Tengoklah di jalan-jalan utama di kota-kota besar, para pelajar begitu mudah tawur. Mereka tidak lagi hanya mengantongi batu, tetapi membawa golok dan samurai dalam tas sekolah. Mereka tidak lagi sekadar berniat mencederai lawan, tetapi bernafsu membunuh.

Juga di kampus-kampus, mahasiswa secara brutal merusak ruang-ruang kuliah, menghancurkan perabotan laboratorium, dan mengobrak-abrik ruang praktikum hanya karena persoalan sepele.

Negara dan pemerintah yang bertugas menciptakan kedamaian hanya berdiam diri. Akibatnya rakyat menyelesaikan masalah dengan cara mereka sendiri, termasuk menggunakan kekerasan.

Kita prihatin karena pemerintah hanya menjadi penonton ketika kedamaian dicabik-cabik. Kita juga prihatin ketika rakyat lari tunggang langgang menghindari kekerasan untuk mencari kedamaian, pemerintah tidak berdaya memberi perlindungan. Rakyat butuh negeri yang damai dengan pemimpin yang mengayomi. Bukan pemimpin yang hanya menonton ketika rakyat ditebas dan dibantai. Negeri yang damai semestinya bukanlah sebuah impian. Para pemimpin diberi amanah mewujudkannya. (IRIB Indonesia/RM/Tempo/ Mediaindonesia)

Narkoba Momok Maut Bangsa


Bahaya besar narkoba sedang mencengkeram negeri ini. Meski polisi mampu menggulung jaringan narkoba internasional, barang haram itu masih bebas beredar di kelab malam.

Tabrakan maut yang mengakibatkan sembilan nyawa melayang di Jakarta, Minggu (22/1), merupakan salah satu dampak mengonsumsi narkoba. Sesaat setelah pesta narkoba jenis ekstasi di sebuah kelab malam di kawasan Jakarta Pusat, Afriani Susanti mengemudi mobil Daihatsu Xenia B 2479 XI. Dalam kecepatan tinggi mobil itu menabrak pejalan kaki di Jalan MI Ridwan, dekat Tugu Tani, Jakarta Pusat.

Kasus itu semakin membuktikan betapa ancaman narkoba terhadap anak bangsa ini semakin lama semakin mengerikan. Itu semakin mengerikan bila hasil tangkapan polisi selama sepekan terakhir dilihat.

Polisi pada 16 Januari menangkap anggota jaringan Belanda-Iran yang mengedarkan narkotika jenis sabu melalui perairan internasional. Hanya selang satu pekan kemudian, Minggu, polisi kembali mencokok anggota jaringan internasional dari Malaysia.

Direktur IV Ditnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Arman Depari mengakui Indonesia merupakan pangsa pasar narkoba terbesar di Asia Tenggara. "Ekstasi dipasok dari Belanda. Sabu dari China. Heroin dari Iran. Pasar di sini memang sangat besar," tukasnya.

Keberhasilan polisi membekuk jaringan internasional tidak diimbangi gencarnya razia penggunaan narkoba di kelab malam. Dari pantauan Media Indonesia di sebuah tempat hiburan di kawasan Hayam Wuruk, Taman Sari, Jakarta Barat, narkoba begitu mudah ditemui.

Saat masuk ke diskotek di lantai empat tempat hiburan yang menyebut dirinya one stop entertainment, pengunjung langsung didekati orang-orang berjaket setelah melewati pemeriksaan tiket. "Mau inek, Pak? Barangnya sedang bagus," kata seseorang berjaket dan bertopi.

Konsentrasi pemeriksaan petugas keamanan hanya senjata tajam dan senjata api. Pembawa ekstasi lolos begitu saja meski di sana ada polisi dari Polres Jakbar dan Polda Metro Jaya.

Direktur Reserse Narkotik dan Obat-obatan (Diresnarkoba) Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji mengatakan penumpang dan pengemudi maut mobil Xenia membeli dua butir ekstasi senilai Rp 600 ribu saat berada di sebuah diskotek di Jalan Hayam Wuruk, Jakarta Barat. Sebelum menenggak pil tersebut, mereka sudah teler alkohol terlebih dahulu.

"Mereka beli tiga botol di kafe di Kemang," kata Direktur Narkoba Polda Metro Jaya Komisaris Besar Nugroho Aji di Markas Polda Metro Jaya pada Selasa, 24 Januari 2012.

Nugroho mengatakan aparat kini tengah memburu orang yang menjual ekstasi yang ditenggak para tersangka. "Anggota sekarang di lapangan. Kami terus kembangkan keterangan tersangka," kata Nugroho.

Keempat tersangka mobil maut tersebut adalah Afriani Susanti, 29 tahun; Deny Mulyana (30), Adistina (26), serta Arisendi (34). Afriani adalah pengemudi, sisanya penumpang dalam mobil Xenia maut tersebut. Semuanya sudah ditetapkan sebagai tersangka penyalahgunaan narkotik.

Mereka diduga berpesta wiski dan narkotik sepanjang Sabtu malam dan Minggu dinihari lalu sebelum kendaraan yang dikemudikan Afriani menerjang trotoar dengan kecepatan tinggi. Mobil Daihatsu Xenia ini akhirnya menabrak 13 pejalan kaki--sembilan di antaranya tewas--di Jalan Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Ahad, 22 Januari 2012 sekitar pukul 11.00 siang.

Dua butir ekstasi tersebut mereka beli secara patungan. Masing-masing kemudian menenggak setengah butir. Pil tersebut membuat mereka semakin teler lantaran sebelumnya keempatnya baru saja pesta minuman keras di sebuah kafe di Kemang.

Kasubdit II Psikotropika Direktorat Reserse Narkotik dan Obat-obatan (Diresnarkoba) Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Saputro mengatakan polisi juga akan menciduk orang-orang yang berpesta narkotik bersama mereka. "Kami ciduk satu-satu," katanya.

Direktur Lalu Lintas Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Dwi Sigit Nurmantyas menjabarkan hasil pemeriksaan sementara tersangka kasus Xenia maut yang menewaskan sembilan orang, Selasa, 24 Januari 2012.

"Dari hasil wawancara, tersangka mengaku lost control," ujar Sigit. Sedangkan tiga temannya yang lain, menurut tersangka, tertidur.

Tersangka yang bernama Afriani Susanti, 29 tahun, menjelaskan dalam pemeriksaan ia menyetir kencang karena hari itu adalah hari libur sehingga jalanan sangat sepi. "Maka dari itu ia menyetir dengan kencang. Tapi ternyata lepas kendali," kata Sigit.

Menurutnya, tersangka memiliki kemampuan mengendarai mobil. Hanya saja SIM-nya sudah mati dan Daihatsu Xenia-nya merupakan mobil pinjaman. "Itu bukan alasan. Kami punya gerai-gerai perpanjangan SIM yang kami sebar di beberapa tempat," ucap Sigit.

Afriani adalah pengemudi Daihatsu Xenia yang menabrak 13 pejalan kaki di Jalan M.I. Ridwan Rais, Gambir, Jakarta Pusat, Minggu, 22 Januari 2012, pukul 11.12 WIB. Dalam peristiwa tersebut, sembilan orang meninggal dan tiga orang luka berat.

Sebelumnya, tersangka dan tiga penumpang dalam mobil maut mengaku bahwa rem mobil Xenia nahas itu blong. Setelah dicek, ternyata tidak ada masalah dengan rem Xenia tersebut.

Afriani diketahui mengendarai mobil Daihatsu Xenia hitam berpelat nomor B 2479 XI dengan kecepatan kurang lebih 100 km/jam, Ahad, 22 Januari 2012. Afriyani positif mengkonsumsi narkoba dan miras sebelum menabrak ke-13 korban. (IRIB Indonesia/Micom)

Membaca Kembali Einstein


Di antara buah pikir yang mempengaruhi cara manusia modern dalam memandang semesta ini ialah teori relativitas Albert Einstein. Di antara fisikawan sezamannya, bahkan generasi berikutnya, nama Einstein selalu disebut yang pertama bila kita bertanya ihwal siapa ilmuwan paling berpengaruh setelah Isaac Newton.

Wilayah pengaruh Einstein bahkan melampaui ranah fisika. Kesadarannya mengenai isu-isu kemanusiaan memperlihatkan keluasan minatnya. Surat Einstein (1939) kepada Presiden AS Roosevelt perihal kekhawatirannya bahwa Jerman akan membuat bom dianggap mempengaruhi presiden tersebut untuk memulai Proyek Manhattan. Einstein sendiri tidak terlibat dalam proyek ini.

Keluasan perhatian Einstein terlihat betul dalam kutipan dari ucapan, pidato, surat pribadi, maupun tulisan-tulisan Einstein di luar urusan fisika yang dihimpun Alice Calaprice. Hasil kerja tekun Calaprice membuahkan buku The Ultimate Quotable Einstein (terbit 2011) yang memuat sekitar 1.600 kutipan yang mencakup beragam isu, mulai dari perdamaian, Tuhan, pendidikan, teman-teman, anak-anaknya hingga soal musik.

Di tengah kecenderungan untuk serba cepat di zaman internet saat ini, membaca kutipan surat-surat pribadi Einstein terasa berharga. Kata-kata Einstein yang kerap dikutip, ‘Imajinasi lebih penting daripada pengetahuan. Pengetahuan terbatas. Imajinasi melingkupi dunia,' amat pas untuk melukiskan kekuatan imajinasi Einstein dalam merumuskan teori relativitas, yang mendahului orang-orang sezamannya. Kutipan ini juga jadi amat relevan dengan situasi saat ini, ketika banjir informasi dan pengetahuan mengepung kita.

Orang kerap membayangkan apakah Einstein akan sehebat yang dipujikan orang bila ia bukan fisikawan? Katakanlah, menjadi seorang musisi! Sebab, Einstein pernah mengatakan, "Seandainya aku bukan fisikawan, aku mungkin menjadi musisi. Aku sering berpikir di dalam musik. Aku menghidupkan mimpin-mimpiku dalam musik. Aku melihat kehidupanku dalam tuturan musik. Aku sangat mendapatkan kenikmatan dalam hidup dari biola." (wawancara dengan G.S. Vierack, Saturday Evening Post, 26 Oktober 1929).

Kutipan-kutipan yang terangkum dalam buku terbitan Princeton University Press, unit penerbitan universitas bergengsi tempat Einstein pernah bergabung, ini menunjukkan bahwa Einstein orang yang terbuka terhadap gagasan baru. Namun nilai-nilai kemanusiaannya yang paling dasar tidak pernah berubah. "Manusia dapat menemukan makna kehidupan hanya dengan mengabdikan dirinya kepada masyarakat."

Sebagai ilmuwan, Einstein tidak apolitis. Sebagai orang yang berdarah Yahudi, ucapan-ucapan Einstein menunjukkan pergulatannya dalam berbagai isu ke-Yahudi-an. Satu saat ia mengatakan, "Seandainya kita tidak harus hidup di antara orang-orang yang tidak toleran, berpikiran sempit, dan keras, aku akan jadi orang pertama yang menafikan semua nasionalisme dan lebih memilih kemanusiaan universal."

Einstein juga mengaku sebagai seorang determinis, sebagaimana ia sangat dikenal dengan ucapannya dalam konteks salah satu isu fisika yang krusial, "Tuhan tidak bermain dadu." Ia mengungkapkan posisi yang sama ketika berbicara tentang Yahudi. "Aku tidak mempercayai kehendak bebas. Yahudi percaya kehendak bebas. Mereka percaya bahwa manusia membentuk kehidupannya sendiri. Aku menampik doktrin itu secara filosofis. Dalam pengertian itu, aku bukan seorang Yahudi."

Kumpulan kutipan Einstein ini begitu inspiratif dan, dalam hemat saya, masih relevan untuk saat ini. Di samping fisikawan hebat, Einstein juga seorang ayah yang menaruh perhatian pada anak-anaknya. Begitu cerdik Einstein ketika menyemangati puteranya, Eduard (1930): "Orang itu tak ubahnya sepeda. Mereka bisa menjaga keseimbangan hanya sepanjang mereka terus bergerak."

Sebagai pencari kebenaran, Einstein tak kenal letih hingga akhir hayatnya. Kendati mengaku bahwa dirinya adalah tipikal penyendiri dalam kehidupan sehari-hari, tapi, kata Einstein "Kesadaranku bersama komunitas tak terlihat yang terdiri dari mereka yang mencari kebenaran, keindahan, dan keadilan yang telah mencegahku dari perasaan terisolasi."

Setiap Bayi Bisa Seperti Einstein

Setiap orang tua pasti bermimpi memiliki anak yang cerdas seperti Albert Einstein. Kabar gembira itu datang. Beberapa penelitian membuktikan mimpi itu tidak terlalu muluk. Gagasan ini sebenarnya sudah pernah dikemukakan oleh Plato. Nah sekarang ini penelitian baru yang dilakukan oleh University of Missouri telah mengkonfirmasi gagasan filsuf besar ini.

Plato memiliki keyakinan bahwa semua bayi dilahirkan dengan pengetahuan intuitif fisika. Apakah ini berarti bayi Anda adalah Einstein berikutnya? Tidak cukup sampai di situ. Bayi tidak dilahirkan dengan pengetahuan bawaan dari teori relativitas atau hukum-hukum Newton tentang gerak.

"Kami percaya bahwa bayi yang lahir dengan pengetahun tentang benda-benda di sekitar mereka. Saat anak bertumbuh, pengetahuan ini disempurnakan dan akhirnya dibawa hingga dewasa," kata Profesor di University of Missouri Kristy van Marle.

Dalam review literatur ilmiah 30 tahun terakhir, Van Marle menemukan bayi pada usia dua bulan memiliki pemahaman intuitif gravitasi. Anak itu mampu mengantisipasi benda yang tidak ada penahan akan jatuh. Selanjutnya, di usia lima bulan, bayi mampu memahami zat non-kohesif seperti pasir atau air yang tidak solid.

Lalu bagaimana untuk mengasah kemampuan intuisi fisika si anak agar kelak bayi bisa cerdas seperti Einstein? Sering-sering berkomunikasi dengan bayi Anda. Usia 4-5 bulan ketika bayi sedang lucu-lucunya justru merupakan usia emas. Saat itu otak bayi mampu menyerap berbagai bahasa dengan baik. Jika cukup nekat, mungkin Anda bisa perkenalkan bayi Anda dengan istilah-istilah filsuf.

Albert Einstein dan Kejeniusan

Apa kesamaan antara Albert Einstein, Plato, Aristoteles, Socrates, Konfusius, Isaac Newton, dan Thomas Edison? Bukan hanya perihal kejeniusan ilmiah dan filosofis, tapi ternyata mereka semua adalan vegetarian!

Lalu, apakah ada hubungan antara vegetarian dan jenius? Seperti dikutip dari Shine, PETA atau People for the Ethical Treatment of Animals mengklaim, "Penelitian telah menunjukkan bahwa anak-anak vegetarian tumbuh lebih tinggi dan memiliki IQ lebih tinggi daripada teman-teman sekelas mereka. Mereka juga mengalami penurunan risiko penyakit jantung, obesitas, diabetes, dan penyakit lainnya dalam jangka panjang."

Dalam sebuah studi yang dipublikasikan dalam British Medical Journal, dilakukan pengikuran IQ pada anak usia 10 dan kemudian diikuti sampai hingga usia 30. Data menunjukkan bahwa vegetarian dewasa memiliki masa kecil dengan IQ sekitar lima poin lebih tinggi daripada rata-rata orang dewasa pemakan daging.

Mereka yang menjadi vegetarian kala dewasa juga lebih mungkin untuk memiliki pekerjaan dengan tingkat kebugaran lebih tinggi. Beberapa peneliti mengatakan bahwa banyak mengonsumsi buah dan sayuran dapat meningkatkan kekuatan otak sehingga akan meningkatkan kecerdasan.

Jadi, mana yang lebih baik, makan ayam atau telur? Entah apakah ada kaitan antara vegetarian dan kecerdasan, tak ada salahnya bukan untuk sesekali menerapkan pola makan tersebut demi kesehatan? (IRIB Indonesia/RM/Tempo/Metrotv/Mediaindonesia)

Sunni, Syiah, dan Ruang Kosong Budaya


Muhammad Ja'far*)

"Nahdlatul Ulama (NU) itu Syiah minus Imamah. Syiah itu NU plus Imamah." Demikian pernyataan populer almarhum Abdurrahman Wahid (Gus Dur), cendekiawan NU. Terlalu banyak kesamaan antara NU dan Syiah. Bahkan peran dan posisi kiai dalam tradisi NU sangat mirip dengan peran dan posisi Imam dalam tradisi Syiah. Hanya, di NU konsep itu hadir dalam wujud budaya, sementara di Syiah dalam bentuk teologi. Ini substansi pernyataan Gus Dur di atas.

Namun sangat memprihatinkan, baru-baru ini terjadi tindak kekerasan terhadap muslim Syiah di Sampang, Madura, salah satu basis NU. Sebuah pesantren Syiah dibakar massa karena aliran itu dinilai sebagai ajaran sesat. Tindak serupa ini bukan yang pertama, baik di Madura maupun di daerah lain di provinsi yang sama, Jawa Timur. Sebelumnya, di Bondowoso, Pasuruan, Malang, dan Bangil pernah terjadi penyerangan terhadap muslim Syiah.

Eskalasi ini terjadi kira-kira dalam tempo empat tahun terakhir. Seharusnya ini menjadi catatan tersendiri bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur beserta jajaran keamanannya untuk mengantisipasi dan mencari solusi. Sebelum eskalasi konflik terjadi, horizon keislaman di Jawa Timur sangat kondusif. Aroma Islam toleran sangat kuat di provinsi ini. Kekhasan corak keislaman seperti ini tak lepas dari akar budaya Nahdlatul Ulama (NU) yang tertanam kuat.

Said Agil Siradj, Ketua Umum Pengurus Besar NU, menegaskan bahwa selama ini Madura memiliki preseden positif soal hubungan antara muslim Sunni dan Syiah. Said mensinyalir kejadian ini diletupkan pihak ketiga yang ingin merusak keharmonisan tersebut.

Sunni-Syiah Saudara

Secara substansial, hubungan antar muslim Sunni dan Syiah tidak memiliki rintangan signifikan bagi terjalinnya keharmonisan. Karena dua mazhab dalam Islam ini justru memiliki banyak titik kesamaan ketimbang perbedaan. Teologi Syiah dan Sunni tidak memiliki perbedaan mendasar. Baik dalam hal konsep ketuhanan (tauhid), kenabian, kitab suci Al-Quran, maupun kepercayaan akan hari akhir dan persoalan teologis lainnya. Ini bisa dirujuk pada literatur teologi dan juga filsafat dari keduanya. Bahkan keduanya sering dipertemukan pada tokoh yang sama dengan pemikiran yang sepaham.

Kajian tentang dialog Sunni-Syiah semakin intensif menemukan banyak kesamaan di satu sisi, dan menyadari bahwa perbedaan yang selama ini digaungkan sebenarnya tidak menyangkut aspek yang fundamental dari ajaran masing-masing. Namun, sayangnya, semakin dekatnya persaudaraan antara pemikiran Syiah dan Sunni ini hanya berhenti pada tataran elite. Umat secara mayoritas belum diberi asupan dakwah yang memadai tentang persaudaraan Sunni-Syiah. Ibarat piramida, di pucuk sebenarnya bertemu, namun di bawah terpisah jauh. Karena itu, yang berkembang di tingkat massa justru kesalahpahaman satu dengan yang lain. Mulai soal teologi hingga syariah. Di antaranya, kesalahpahaman bahwa Al-Quran Syiah dan Sunni berbeda, soal nikah mut'ah, penghormatan kepada sahabat, tata cara ibadah salat, dan lain sebagainya.

Pada tingkat "elite", kesalahpahaman ini dianggap tidak berdasar secara akademis, bahkan sekadar asumsi belaka. Namun, faktanya, kesalahpahaman ini fundamental, signifikan, dan berefek besar. Walhasil, ada jurang pemisah yang lebar antara proses dialog akademis pada tingkat intelektual dan pemahaman umat mayoritas. Ini terjadi karena belum dilakukan strategi dakwah yang secara serius berupaya untuk "membumikan" proses dialog yang terjadi pada tingkat "langit" tersebut. Kalaupun ada, hanya berupa produk buku dan produk akademis elitis lainnya. Padahal massa pada tingkat bawah memiliki "bahasa" tersendiri. Metode dakwahnya seharusnya dilakukan secara lebih sederhana.

Pendekatan Kultural

Sangat menarik bahwa ternyata, secara kultural, banyak tradisi keislaman yang dipraktekkan di Indonesia memiliki akar pada ajaran dan tradisi Syiah. Tradisi Tabok dan peringatan bulan Muharam adalah salah satu contohnya. Tradisi ini sudah berkolaborasi dalam berbagai budaya: Jawa, Sulawesi, maupun Sumatera. Pada tanggal 10 Muharam, kita bisa melihat gelaran tradisi tersebut dalam berbagai wajah budaya, namun satu substansi. Artinya, secara kultural masyarakat Indonesia memiliki ikatan sosiologis dan historis yang kuat dengan ajaran Syiah.

Tradisi-tradisi tersebut menunjukkan: pertama, bahwa di Indonesia pada dasarnya sudah terjalin harmoni yang kuat dan berlangsung berabad-abad antara Sunni dan Syiah. Demikian kuatnya hingga menyatu dalam sebuah tradisi bersama. Kedua, budaya adalah medium yang paling efektif sebagai pintu dialog dan harmoni. Sejauh ini, jalinan dialog dan harmoni Syiah-Sunni kurang memaksimalkan perangkat budaya sebagai mediumnya. Padahal dalam budayalah kita menemukan jejak-jejak harmoni antara muslim Sunni dan Syiah Indonesia.

Budaya sangat efektif untuk menerjemahkan hasil dialog akademis pada tingkat intelektual ke dalam bahasa-bahasa yang sederhana yang mudah dicerna oleh umat secara keseluruhan. Dan berbagai kesalahpahaman yang terjadi antara umat Islam Sunni dan Syiah Indonesia, salah satunya, disebabkan oleh absennya budaya sebagai perangkat dakwah dan dialog. Perangkat hardware (teologi, syariah, fiqh) lebih dikedepankan ketimbang software (budaya, akhlak, moral). Padahal yang kedua justru lebih efektif untuk membangun harmoni. Absennya budaya ini menciptakan sebuah "ruang kosong" yang menjadi jurang pemisah antara dialog akademis (elite agama) dan umat.

"Ruang kosong budaya" inilah yang kemudian diisi dan dimanipulasi oleh pihak atau kelompok tertentu, dengan kepentingan tertentu pula, untuk menciptakan kesalahpahaman-kesalahpahaman antara muslim Syiah dan muslim Sunni. Sebagaimana ditegaskan Said Agil Siradj. Dengan memanfaatkan "ruang kosong budaya" tersebut, pihak ketiga tersebut merekonstruksi sebuah pemahaman yang saling menyesatkan antara Sunni dan Syiah, sehingga muncul kecurigaan, kebencian, dan motif untuk berkonflik di antara keduanya.

Ke depan, agenda yang sangat penting untuk dilakukan adalah penelitian komprehensif, baik kualitatif maupun kuantitatif, tentang peta kesalahpahaman tersebut. Bagaimana proses terbangunnya kesalahpahaman itu, seperti apa pola dan modusnya, seberapa jauh efek sosial-kulturalnya?

Sebab, menurut saya, di tiap daerah, kesalahpahaman yang berkembang tidak sama karakteristiknya. Di beberapa provinsi, kesalahpahaman yang berkembang lebih kuat pada isu teologis, seperti kecurigaan bahwa Syiah memiliki Al-Quran yang berbeda. Sedangkan di provinsi lainnya, kesalahpahaman lebih mengarah pada aspek ibadah dan fiqh. Ini menunjukkan bahwa ada karakteristik yang berbeda, yang menimbulkan efek kesalahpahaman yang juga berbeda.

Dengan bekal pemetaan, kita bisa mendiagnosis "penyakit" kesalahpahaman ini. Setelah semua diketahui, akan lebih mudah untuk memberikan "obatnya". Salah satunya dengan menggunakan pendekatan budaya. Peta kesalahpahaman dapat dijadikan sebagai blueprint proses dialog Sunni-Syiah. Jadi, harus ada sebuah kajian dan penelitian yang komprehensif terhadap persoalan ini, sebagai bagian dari upaya dialog Syiah-Sunni. Walhasil, konflik yang terjadi di Sampang bisa dilihat dari sudut pandang ini. Konflik ini sengaja dilecutkan oleh pihak-pihak tertentu dengan memanfaatkan "kosongnya budaya".
*)Peneliti Indopol Research Center

SOPA: Kebebasan Versus Hak Cipta


Oleh: Margiyono

Ada yang tak biasa di laman Wikipedia edisi Inggris, pada 18 Januari lalu. Para pengunjung situs itu dibuat kaget dengan tampilan gelap. Situs yang dikunjungi 25 juta orang per hari itu hanya berisi satu paragraf pesan protes atas dua rancangan Undang-undang di Amerika Serikat: Stop Online Piracy Act (SOPA) dan Protect Intellectual Property (PIPA).

Bagi, Jimmy Wales, pendiri Wikipedia, rancangan itu adalah lonceng kematian kebebasan berekspresi. Tapi Wikimedia tak berjuang sendirian. Protes atas kedua RUU itu juga dilakukan para raksasa internet yang bisnisnya bersandar pada kebebasan bereskpresi seperti Google, Facebook dan Twitter.  Di belakang mereka bahkan ada 75.000 situs yang turut melakukan aksi black-out, dengan berbagai model, membendung kedua RUU itu.

Pada intinya, dua RUU itu mengatur hal sama: menyediakan instrumen hukum represif untuk memberantas pelanggaran hak cipta di dunia maya, yang makin tak terkendali. Bedanya, satu RUU diusulkan oleh senat, satunya lagi diusulkan dewan perwakilan (House of Representative).

Yang paling kontroversial dalam kedua RUU itu adalah adanya wewenang Jaksa Agung membuat daftar hitam situs-situs yang melanggar, atau memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Lalu, daftar itu diberikan kepada para penyedia jasa layanan internet untuk diblokir.

Ketentuan ini mengandung banyak masalah. Pertama, pemblokiran tanpa proses hukum tentunya bertentangan dengan rule of law. Dengan mengabaikan rule of law, maka prinsip negara hukum telah diabaikan. Kedua, pasal ini dinilai sebagai pasal karet. Istilah situs "yang memfasilitasi" membuat ketentuan tidak pasti.

Mari kita ambil contoh situs berbagi video terbesar, Youtube.com. Situs ini memfasilitasi siapapun menggunggah video, baik yang melanggar hak kekayaan intelektual maupun yang tidak.  Nah, mungkin Youtube bisa dikategorikan situs yang memfasilitasi pelanggaran hak cipta. Bagaimana dengan Wordpress, Facebook, dan Twitter yang melayani setiap orang berbagi tautan? Dan ketiga, pemblokiran domain –bukan laman— dinilai sebagai upaya "membunuh tikus dengan meriam".

Katakanlah banyak orang menggunakan Youtube, Facebook, dan Twitter untuk berbagi konten tanpa menghormati hak cipta. Tapi apakah proporsional jika pemblokiran diarahkan keseluruhan situsnya?

Hal lain yang menjadi sorotan adalah soal kekebalan hukum bagi individu yang melakukan aksi pemblokiran terhadap situs yang dinilai melanggar hak cipta. Pemasang iklanpun juga dibolehkan menghentikan pemasangan sepihak, dan mendapat perlindungan hukum, terhadap situs yang diniai melanggar hak cipta.  Para pendukung kebebasan berekspresi menilai ketentuan ini dijadikan landasan hukum aksi sepihak oleh lembaga bukan negara. Dengan demikian, aksi sensor bisa dilakukan pihak-pihak partikelir.

Net neutrality
Ketentuan kontroversial ini tentu bukan tanpa latar belakang. Sebenarnya AS sudah punya undang-undang sangat keras memberantas pembajakan di dunia maya, yaitu Digital Millennium Copyrights Act (DMCA )1998. Sekalipun dirancang khusus memberantas pembajakan di era digital, ternyata pembajakan tak bisa dihentikan. Ini membuat industri konten, terutama Hollywood, terus mendesak parlemen membuat undang-undang yang lebih keras lagi untuk memberantas pembajakan di internet.

Dengan DMCA, industri musik bisa membunuh musuh utamanya: Napster. Situs berbagi lagu online ini dianggap biang pelanggaran hak cipta. Namun, taklah mudah menutup situs melalui proses hukum. Kalangan industri musik butuh proses pengadilan penuh kontroversi selama 7 tahun untuk menghukum Napster. Dan itupun tak menghentikan pembajakan.

Walau era Napster sudah berakhir, tapi hasrat berbagi tak pernah mati. Munculnya situs Youtube telah membuat aktivitas berbagi video meningkat luar biasa.  Membendung Youtube lewat proses hukum taklah mudah. Sebagai situs berbasis user-generated content, Youtube cukup aman dari jangkuan hukum. Dengan adanya prinsip net neutrality, maka situs user-generated content bebas dari tanggungjawab hukum atas perbuatan penggunanya.

Net neutrality adalah prinsip penting untuk membentengi penyedia layanan. Pakar hukum internet AS, Lawrence Lessig menjuluki net neutrality sebagai First Amendment-nya dunia maya. Nah, ketika setiap situs memfasilitasi pelanggaran hak cipta dijerat secara hukum, berarti hukum mewajibkan semua situs menyaring konten sebelum dipublikasikan. Bagi situs berbasis user-generated content, ini menciderai prinsip net neutrality. Youtube, Facebook maupun Twitter tak akan sukses jika harus mengecek setiap konten yang akan tayang. Kebebasan adalah urat nadi kehidupan situs semacam ini, yang oleh Rupert Murdoch disebut "industri berbasis pembajakan".

Net neutrality bukan hanya melindungi penyedia layanan, tapi juga menjamin kebebasan pengguna. Bagi publik internet, net neutrality adalah jaminan suara mereka tidak disensor. Internet telah menjadi wadah setiap orang berekspresi yang jauh lebih bebas dari medium sebelumnya. Kebebasan itu pula telah menjadikan internet sarana kolaborasi massal.

Dengan kolaborasi massal, warga internet telah berhasil berbagi pengetahuan melalui Wikipedia. Dengan kolaborasi massal pula, pengguna internet bisa menghimpun solidaritas sosial maupun perlawanan politik melalui Facebook dan Twitter. Semua ini mulus karena minimnya pembatasan aktivitas di internet.

Berlaku global?
Kontroversi lainnya adalah cakupan yurisdiksi RUU SOPA dan PIPA, yang tak hanya di tingkat nasional, namun bisa berlaku global. Justru sasaran utama pemblokiran adalah situs luar negeri yang dinilai melanggar hak cipta AS. Dengan demikian, pada dasarnya SOPA adalah rancangan undang-undang global yang dibuat oleh AS. Maka, ancaman kebebasan berekspresi bukan hanya terarah pada situs di AS, namun menjadi ancaman global.  Itu sebabnya banyak kelompok di luar AS, termasuk Reporters without Border yang berbasis di Paris, melakukan aksi protes terhadap RUU ini.

Tentu ini menjadi ironi bagi AS yang selama ini menjadikan internet freedom sebagai agenda politik luar negeri. Menlu AS Hillary Clinton aktif menggalang dukungan negara-negara Eropa untuk mendorong kebebasan internet di tingkat global. Sensor internet di Cina dan Timur Tengah menjadi sorotan AS terus-menerus. Tapi, dengan adanya RUU SOPA dan PIPA maka menimbulkan pertanyaan ihwal konsistensi AS dalam hal isu kebebasan internet.

Memang, ada perbedaan latar belakang pemblokiran situs menurut SOPA/PIPA dengan pemblokiran di Cina dan Timur Tengah. Pemblokiran menurut SOPA/PIPA dilatari oleh perlindungan hak atas kekayaan intelektual. Sementara, pemblokiran di negara-negara represif dilatari oleh kepentingan politik membungkam oposisi.  Tapi, apapun latar belakangnya, pemblokiran situs tanpa proses hukum akan menuju ke praktik pembungkaman.

Di samping dampak represif itu, efektivitas SOPA/PIPA dalam memerangi pembajakan juga diragukan.  Selama ini tak ada pemblokiran situs yang efektif.  Teknologi pengendalian (control) selalu melahirkan teknologi pembebasan, sebagaimana virus dilawan oleh anti virus.  Satu situs diblokir, dilawan dengan situs mirror yang dibuat dalam hitungan detik. Belum juga SOPA/PIPA disahkan, Mozilla, penyedia web browser Firefox sudah merancang sebuah add-on untuk menerabas blokir. Kini, hukum pun harus berhadapan dengan teknologi perlawanan.

Nampaknya pergulatan antara kebebasan berekspresi dan hak cipta tak akan berakhir pada 24 Januari 2012 nanti, saat parlemen AS memvoting kedua RUU itu. Ini mungkin hanya satu episode dari kisah panjang dilema digital: antara kebebasan dan pengendalian.
Mahasiswa program LLM in Cyber Law di University of Leeds, Inggris

Demam Mobil Nasional Setelah Esemka


Tak hanya siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Solo yang sudah memamerkan karya mereka, mobil Kiat Esemka. PT Industri Kereta Api (INKA) juga unjuk gigi dengan mobil murahnya. Bedanya, mobil karya INKA khusus untuk petani.

Dengan fungsi untuk mengangkut hasil pertanian, mobil ini dibanderol cukup murah. "Harganya Rp55 juta, nanti belum diputuskan subsidinya," kata Menteri Perindustrian, MS Hidayat, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Selasa, 10 Januari 2012.

Menurut Menperin, mobil itu hanya untuk petani di pedesaan dan diharapkan tidak masuk ke kota besar, seperti Jakarta. Pemerintah daerah yang sudah berminat di antaranya Sulawesi Selatan. Mereka telah menyatakan kesiapannya membeli mobil murah buatan INKA itu.

Namun, untuk mendapatkan mobil khusus petani itu, pemerintah masih menimbang perlu tidaknya diberikan subsidi. Hidayat masih akan membicarakannya dengan Menteri Keuangan Agus Martowardojo. "Belum diputuskan. Prinsipnya pemerintah akan membantu proses produksinya agar bisa berjalan efektif," ujar dia.

Mesin mobil khusus petani itu berkapasitas 700 cc. Untuk itu, pemerintah masih akan menguji kemampuan daya angkutnya. "Nanti kami lihat, karena sedang dilakukan survei dan riset," tuturnya.

Siap produksi massal

Mobil produksi INKA dan siswa SMK itu merupakan beberapa contoh karya anak bangsa yang kini semakin mendapat dukungan publik dan pemerintah. Dukungan pemerintah itu di antaranya bakal diwujudkan dengan kesiapan untuk diproduksi massal.

Menteri Perindustrian, MS Hidayat, mengatakan, mobil produksi siswa SMK di Solo, Kiat Esemka, itu pun telah memiliki Nomor Induk Kendaraan (NIK) yang diberikan pada 2010. NIK itu nantinya akan dibawa ke Kementerian Perhubungan agar mendapatkan sertifikat uji kelaikan jalan.

"Kiat Esemka selama setahun ini sudah melakukan penyempurnaan. Sebentar lagi, saya rasa izin bakal keluar," kata MS Hidayat.

Dalam pandangan Hidayat, jika hasil uji kelaikan mobil berkapasitas mesin 1.500 cc itu dinyatakan lulus tes, Kiat Esemka bisa mulai masuk tahap skala industri. Pada tahap ini, pemerintah menyarankan agar produsen mobil seharga Rp95 juta itu bekerja sama dengan pelaku di industri otomotif.

Selain NIK, Kemenperin juga telah membantu proses produksi mobil Kiat Esemka dari sisi teknopart maupun proses perakitannya. Namun, untuk mencarikan investor, Hidayat masih belum membicarakan dengan pihak Esemka. Sebab, selama ini pihaknya baru membantu pada tahap perakitan.

"Saya sarankan bisa bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," tuturnya.

Namun, Menteri BUMN, Dahlan Iskan, menyatakan harga murah bukan jaminan dari kesuksesan suatu produk. Suatu produk dikatakan berhasil jika mendapat respons positif dari pasar.

"Belum tentu murah itu laku. Kalau misalnya murah tapi tidak aman atau murah tapi gampang rusak?" tanya Dahlan di kantor Menko Perekonomian.

Mantan Direktur Utama PT Perusahaan Listrik Negara itu pun mencontohkan bahwa sebelumnya ada produk motor dari China. Harga motor itu jauh lebih murah dibanding buatan Jepang. Meski lebih murah, ternyata motor China masih kalah tenar.

"Jadi, masyarakat ikut menentukan. Jika nanti ada mobil nasional, masyarakat juga harus beli. Jangan tidak beli dengan berbagai alasan," tuturnya.

Bakal dipamerkan

Langkah pemerintah untuk menggalakkan produksi mobil nasional sepertinya tidak setengah hati. Kementerian Perindustrian pun bertekad untuk menggelar pameran mobil-mobil produksi lokal tahun ini.

Selain Kiat Esemka, yang banyak diperbincangkan masyarakat, lima mobil karya tangan kreatif anak bangsa juga akan dipamerkan. "Tekad kami di 2012, ada beberapa mobil yang akan diluncurkan," kata Hidayat.

Dia berjanji, jika produsen mobil lokal tersebut sudah siap memproduksi kendaraan murah, Kemenperin akan membantu menggelar pameran ke publik. Tapi, dengan syarat, mobil yang layak pamer adalah kendaraan yang sudah selesai menjalani uji kelaikan.

"Yang sudah selesai uji kelaikan ada lima atau enam produk. Ada Tawon, Kiat Esemka, dan lainnya," ungkapnya.

Tapi, apakah mobil karya anak bangsa itu akan bisa bertahan? Menurut Hidayat, kelangsungan produk mobil lokal itu tergantung kemampuannya bersaing di pasar. "Meskipun, untuk itu kami akan bantu," ujarnya.

Hidayat memastikan, demam produksi kendaraan bermotor buatan dalam negeri tidak akan memunculkan kekhawatiran dari produsen mobil yang sudah ada di Indonesia. Pemerintah menganggap semua pihak pasti menyadari bahwa
memperkenalkan mobil nasional itu wajar terjadi di setiap negara.

"Tapi, untuk dominan di pasar itu suatu hal lain, karena kompetisi juga ketat. Jadi, perjalanan mobil nasional bisa dimulai 2012, tapi bukan sesuatu yang mudah, kita harus perjuangkan," kata dia.

Bahkan, Menteri Keuangan, Agus Martowardojo, siap memberikan dukungan fiskal untuk mengembangkan mobil nasional. Memiliki mobil nasional telah menjadi cita-cita pemerintah sejak lama.

"Jadi, dari sisi fiskal kami akan cari dan pelajari bentuk-bentuk inisiatif seperti apa yang bisa kami dukung," kata Agus.

Agus menyambut baik inisiatif anak-anak sekolah menengah kejuruan yang membuat mobil rakitan sendiri bernama 'Kiat Esemka'. Pihaknya selanjutnya menunggu keputusan Kementerian Perindustrian terkait kelanjutan pengembangan mobil tersebut.

Di antara mobil-mobil buatan putra-putri Indonesia itu, sebenarnya masih ada produk lainnya yang lebih dulu hadir. Sebut saja Komodo, Tawon, Gea, Marlip, Maleo, Wakaba, Timor, dan Esemka Digdaya.

Sayangnya, mobil-mobil karya anak bangsa itu tidak mendapatkan perhatian lebih. Mereka bahkan tidak mendapat tempat khusus dalam ajang pameran otomotif terbesar di Tanah Air, Indonesia International Motor Show (IIMS) pada 2011. Mereka hanya menempati stand kecil di pojok ruang pamer.

Sabar dalam Kebinekaan


Oleh: Prof Dr Asep S Muhtadi

Beragama Islam secara utuh (kafah) itu butuh kesabaran (QS 103: 3). Termasuk sabar dalam menyikapi keberadaan orang-orang yang tidak beragama Islam. Untuk memelihara salah satu misi ajaran Islam tentang perdamaian, diperlukan kesabaran dalam menyikapi perbedaan. Perbedaan harus dihormati, terutama untuk menghindari munculnya beragam bentuk ketegangan sosial yang kerap amat memprihatinkan.

Bukankah perbedaan itu merupakan wujud kebinekaan yang sejak awal merupakan keniscayaan yang diakui Alquran, khususnya bagi bangsa Indonesia? Lalu, mengapa fakta kebinekaan masyarakat kita ini masih saja muncul dalam nuansa yang tidak bersahabat? Tidak jarang fenomena itu hadir dalam wujud kekerasan yang amat merugikan. Kebinekaan dalam berkeyakinan kerap berubah menjadi konflik yang sangat memprihatinkan. Watak ramah masyarakat pun tidak lagi menjadi pemandangan persahabatan yang menyejukkan.

Sistem nilai yang terbuat dalam kebinekaan adalah aturan Tuhan (sunatullah) yang tidak mungkin berubah, diubah, dilawan, dan diingkari. Barang siapa yang mencoba mengingkari hukum kemajemukan budaya maka akan menimbulkan fenomena pergolakan yang tiada berkesudahan. Bahkan, Alquran mengakui keberadaan agama lain yang memiliki kitab suci, kecuali agama yang berdasarkan paganisme dan syirik, dan menyerukan umat Islam untuk hidup berdampingan dengan mereka.

Sejarah kejayaan Islam yang berlangsung dalam harmoni kebinekaan memang telah berlalu, namun spirit keragaman seperti tertuang dalam Alquran tetap menyala hingga kini. Sehingga, perlu direalisasikan dalam kehidupan nyata. Ini bukan merupakan kemustahilan karena ada kesejajaran antara kebinekaan Islam dan kemajemukan modernisme. Akan tetapi, kebinekaan atau yang kini sering muncul dalam terminologi pluralitas kadang-kadang masih ditandai berbagai penyimpangan dalam praktik politiknya.

Hal ini merupakan bentuk kegagalan dakwah karena berbagai interest politik yang picik masih belum mampu diredusir, baik oleh sebagian umat Islam secara khusus maupun umat manusia pada umumnya.

Langkah bijaksana bagi setiap umat adalah bersabar dan sanggup mengendalikan diri untuk tetap menghormati perbedaan. Selain itu, diperlukan pula kesabaran dalam mewujudkan suasana sosial yang kondusif untuk menciptakan toleransi. Sebab, dalam batas-batas sosiologis, toleransi tidak bisa terwujud dengan sendirinya, tapi membutuhkan proses rekayasa kultural sehingga masyarakat dapat terkondisikan secara produktif. Toleransi bukan saja menjadi ajaran yang hanya hadir dalam wacana, tapi sejatinya menjadi perilaku yang membudaya dalam kehidupan secara lebih terbuka.

Lihatlah pemandangan sosial masyarakat yang dibangun Nabi dengan para sahabatnya. Jika dalam terminologi ajaran Islam dikenal istilah harbi dan dzimni untuk menunjuk masyarakat yang berbeda agama, hal itu menggambarkan adanya pemberian tempat khusus secara damai bagi mereka yang berbeda agama selama tidak melakukan tindakan-tindakan yang dapat melanggar kerukunan.